Kerja sama antara pemerintah dengan industri swasta
dalam pengembangan obyek wisata tempat-tempat yang bernilai historikal
di kota Semarang sendiri sangat verpengaruh pada kota tersebut dan dapat diformulasikan dengan beberapa kebijaksanaan.
KESIMPULAN DAN SARAN
· Kota Semarang banyak memiliki nilai historis peninggalan kolonial Belanda. Bangunan-bangunan kuno ini antara lain, Lawang Sewu, Kota Lama, dll.
· Untuk mengembangkan bangunan-bangunan bernilai historis di kota Semarang diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta.
· Dalam pengembangan obyek wisata bangunan kuno di Semarang selain terdapat faktor-faktor yang mendukung juga ada faktor-faktor penghambatnya.
Faktor-faktor pendukungnya antara lain: julukan kota Seamarang sebagai kota atlas, syair lagu yang mengisahkan beberapa tempat bersejarah, sarana dan prasarana yang memadai dan kebanggaan pemilik bangunan kuno. Faktor-faktor penghambatnya antara lain: citra kota dengan kriminalitas yang tinggi, masih banyak bangunan kuno yang ditelantarkan, merupakan obyek wisata baru yang belum banyak dikenal oleh masyarakat, belum tersedianya WC umum dan masih langkanya pemandu wisata menguasai obyek bangunan kuno.
· Kota Semarang banyak memiliki nilai historis peninggalan kolonial Belanda. Bangunan-bangunan kuno ini antara lain, Lawang Sewu, Kota Lama, dll.
· Untuk mengembangkan bangunan-bangunan bernilai historis di kota Semarang diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta.
· Dalam pengembangan obyek wisata bangunan kuno di Semarang selain terdapat faktor-faktor yang mendukung juga ada faktor-faktor penghambatnya.
Faktor-faktor pendukungnya antara lain: julukan kota Seamarang sebagai kota atlas, syair lagu yang mengisahkan beberapa tempat bersejarah, sarana dan prasarana yang memadai dan kebanggaan pemilik bangunan kuno. Faktor-faktor penghambatnya antara lain: citra kota dengan kriminalitas yang tinggi, masih banyak bangunan kuno yang ditelantarkan, merupakan obyek wisata baru yang belum banyak dikenal oleh masyarakat, belum tersedianya WC umum dan masih langkanya pemandu wisata menguasai obyek bangunan kuno.
Ada beberapa saran yang bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mengembangkan dnia kepariwisataan yaitu sebagai berikut:
1. Unuk mengembangkan kota Semarang sebagai daerah tujuan wisata Pemda harus melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi yang ada hubungan, guna menemukan obyek-obyek wisata baru yang selama ini belum banyak dimanfaatkan.
2. Pemda harus berani mengalokasikan dananya untuk menyediakan fasilitas-fasilitas wisata yang belum ada, seperti penyediaan WC umum di berbagai kawasan kota.
3. Pemda harus mendorong kepada pengelola tempat-tempat historikal untuk melestarikannya, memberikan penghargaan kepada pengelola dan memberi keringanan pajak kepada pemilik bangunan kuno. Dengan cara ini di harapkan pengelola tempat-tempat historikal akan terangsang dalam melestarikannya.
4. Agar wisatawan tertarik berkunjung ke kota Semarang maka citra kota dengan kriminalitas tinggi harus segera di ubah menjadi kota yang aman.
5. Tempat-tempat historikal tidak terpelihara harus segera diperbaiki dan dirawat sehingga tampak indah dan menarik bagi wisatawan.
6. Promosi untuk menambah obyek wisata bangunan kuno harus dilakukan secara lebih intensif.
1. Unuk mengembangkan kota Semarang sebagai daerah tujuan wisata Pemda harus melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi yang ada hubungan, guna menemukan obyek-obyek wisata baru yang selama ini belum banyak dimanfaatkan.
2. Pemda harus berani mengalokasikan dananya untuk menyediakan fasilitas-fasilitas wisata yang belum ada, seperti penyediaan WC umum di berbagai kawasan kota.
3. Pemda harus mendorong kepada pengelola tempat-tempat historikal untuk melestarikannya, memberikan penghargaan kepada pengelola dan memberi keringanan pajak kepada pemilik bangunan kuno. Dengan cara ini di harapkan pengelola tempat-tempat historikal akan terangsang dalam melestarikannya.
4. Agar wisatawan tertarik berkunjung ke kota Semarang maka citra kota dengan kriminalitas tinggi harus segera di ubah menjadi kota yang aman.
5. Tempat-tempat historikal tidak terpelihara harus segera diperbaiki dan dirawat sehingga tampak indah dan menarik bagi wisatawan.
6. Promosi untuk menambah obyek wisata bangunan kuno harus dilakukan secara lebih intensif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar